
Agus Sri Wardoyo, SKM, M.M
Ketua PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) Jawa Timur
Pembaca yang budiman, pernah kah anda makan sayur ini? Eh sayur apa masuk golongan biji bijian ? Jengkol …. Pernah dengar asam jengkolat ?
Asam jengkolat adalah senyawa alami yang terkandung dalam jengkol. Meskipun memiliki beberapa manfaat, asam jengkolat juga dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan, seperti keracunan jengkol atau "kejengkolan". Kejadian ini ditandai dengan pembentukan kristal asam jengkolat di ginjal atau saluran kemih, yang dapat menyebabkan nyeri, kesulitan buang air kecil, bahkan gagal ginjal akut. Begitu yang dikutip wikipedia.
Jering (sebutan di daerah asal sy Trenggalek) atau jengkol (Archidendron pauciflorum), tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan. Dapat dimakan segar atau diolah.
Paling umum disemur, dikenal oleh orang Sunda sebagai ati maung "hati macan". Bisa pula digoreng, dengan atau tanpa balado, atau digulai. Setelah diolah, bau khasnya akan merangsang air liur sehingga menciptakan rasa enak saat makan, dapat dibuat menjadi keripik seperti halnya emping dari melinjo, ditumbuk/digencet hingga pipih, dikeringkan dan digoreng dengan minyak panas. Kurangi bau dengan rendam.
Makan dalam jumlah sedikit menciptakan masalah penampilan, karena menghasilkan bau mulut, keringat, feses, dan urin. Bau ini bisa diatasi dengan membersihkan diri dengan peralatan kebersihan yang mengandung pengharum, seperti pasta gigi, cairan kumur, sabun, dan deodoran. Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup atau bila perlu dibilas dengan cairan pembersih.
Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam.
Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko jengkolan bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan.
Dalam 100 gram biji jengkol, terkandung energi 133 kkal, protein 23,3 gram, karbohidrat 20,7 gram, vitamin A 240 SI, vitamin B 0,7 mg, vitamin C 80 mg, fosfor 166,7 mg, kalsium 140 mg, besi 4,7 mg, dan air 49,5 gram. Cukup tinggi nilai gizinya, tapi jgn berlebihan.
Makna jengkol
Jengkol seperti orang yang dijauhi, tidak disukai bahkan bisa diusir.
Ketika jengkol masih muda, mentah, berkulit dll, hampir semua orang menjauhinya karena bau yg menyengat, bikin pusing dan apalah caci makinya terhadap yg satu ini.
Tapi ketika si jengkol ketemu seorang ahlinya, maka si jengkol pun ibarat seorang menawan yg sukses kaya dan baik hati serta menarik perhatian semua orang di warung nasi ataupun resto ditengah kota serta gak ndeso lagi, sehingga banyak orang yg dulu membencinya dan suka mencaci maki berduyun-duyun menghampirinya hanya sekedar untuk mengetahui apa resepnya. Setelah merasakan nikmat dan legitnya jengkol pengennya nambah terus ha ha ha,
Kecuali yg masih Jaim ( jaga image). So Silahkan atur sendiri cara makan jengkol yang aman nyaman. Allahu a’lam
