Login      Register

Mbak Yayuk “SPEAK UP”

mbak yayuk9 Januari 2024. Semangat awal tahun baru. Mbak Yayuk Estuningsih,S.Gz, M.Kes hadir dalam acara lontong balap RRI Pro 4 FM Surabaya sebagai narasumber dari Asosisasi Dietisien Indonesia Jawa Timur yang menyampaikan Tahapan Penanganan Gizi Buruk Pada Balita. Acara yang kali ini dipandu oleh mbak Anne dimulai dengan penjelasan oleh mbak Yayuk bahwa penanganan gizi buruk mempunyai beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah, tahap stabilisasi, transisi, rehabilitasi, dan tahapan tindak lanjut.

Peran ahli gizi, terutama yang di Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan gizi yang terdekat di masyarakat sangat diperlukan. Edukasi terus menerus kepada masyarakat agar tidak terjadi keadaan gizi buruk. Seandainya terjadi suatu kasus gizi buruk di lingkungan tersebut maka penanganannya pun harus dapat dipahami oleh masyarakat. Pada umumnya, keadaan gizi buruk terjadi disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang cukup pada anak tersebut. Kekurangan asupan ini pun disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor ekonomi, adanya infeksi berulang, kualitas sanitasi yang buruk, atau juga bisa disebabkan kurangnya pengetahun ibu tentang gizi anak.

Mbak Yayuk mengingatkan kepada para pendengar acara lontong balap, bahwa sebenarnya orang tua bisa memantau perkembangan anaknya, baik bayi maupun balita. Salah satunya dengan cara mengikuti kegiatan posyandu. Dalam kegiatan posyandu, orang tua dapat melihat status gizi bayi/balitanya melalui KMS (Kartu Menuju Sehat). Selain itu, mbak Yayuk juga memberikan tips jika orang tua ingin mengetahui berapa berat badan yang baik untuk seorang anak. Mbak Yayuk memberikan rumus : {n(Bulan)/2} + 4 untuk anak sampai usia 5 tahun. Sedangkan untuk anak usia diatas 5 tahun bisa menggunakan rumus {2 x n (tahun)} + 8

Animo dari pendengar acara tersebut cukup banyak dan sangat terdengar keluhan dari masyarakat bahwa salah satu kendala dalam penanganan gizi buruk di masyarakat adalah ketidaktepatan sasaran dalam penanganan gizi buruk seperti bantuan yang diberikan tidak diberikan pada bayi/balita yang sedang ditangani, atau bantuan yang diberikan justru diberikan kepada bayi/balita yang masuk dalam kategori perlu penanganan gizi buruk. Mbak Yayuk memberikan motivasi mengenai hal itu bahwa dengan munculnya pertanyaan tersebut maka sesungguhnya masyarakat telah mengabarkan kepada masyarakat yang mendengar acara tersebut bahwa hal tersebut akan berdampak yang tidak baik bagi bayi/balita yang perlu penanganan gizi buruk. Selain itu, dengan adanya khabar semacam itu akan membuat pemangku tanggungjawab penanganan gizi buruk di suatu wilayah untuk memonitor dengan benar apakah penanganan yang diberikan sudah tepat sasaran.

Pada akhir acara, mbak Yayuk kembali mengingatkan pentingnya kesadaran bersama di masyarakat bahwa penanganan gizi buruk haruslah tepat sasaran. Selain itu, peran sektor sektor lain yang menyebabkan terjadinya keadaan gizi buruk harus didukung untuk membantu menurunkan keadaan gizi buruk di masyarakat. Semoga generasi bangsa Indonesia menjadi generasi yang sehat dan dapat menjadi pendukung terwujudnya bangsa Indonesia yang kuat.

-n3n-

Hubungi kami

Sekretariat
Instalasi Gizi RSU Haji Surabaya
Jl. Manyar Kertoadi, Sukolilo Surabaya 60117

  • dummy (031) 5924000 Ext. 5840

  • dummy 0817334276

  • dummy asdijawatimur@gmail.com

Newsletter

Silahkan masukkan email anda dan kami akan memberikan informasi kepada anda

Search