
Selasa, 3 Desember 2024
Masih dalam nuansa Hari AIDS Sedunia yang diperingati tiap tanggal 1 Desember, maka topik yang dipilih oleh mbak Wenny Windra N, S.Gz seorang ahli gizi yang berdinas di RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya dalam acara Tanjung Perak Siang yang diudarakan oleh RRI Pro 4 FM pada pukul 14.00 sampai 15.00 ini adalah “Nutrisi Bagi ODHA”

Acara yang dipandu oleh Cak Tjandra diawali dengan pengenalan tentang HIV / AIDS dimana terdapat infeksi virus yang menggerogoti sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga orang yang terinfeksi virus HIV akan mudah terserang oleh penyakit infeksi opportunistik diantaranya TB sehingga semakin memperberat keadaan kesehatan penderita tersebut. Mbak Wenny menjelaskan secara umum bahwa penularan virus HIV bisa terjadi karena perilaku seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara bersama sama yang jika salah satu pengguna jarum suntik tersebut membawa virus HIV maka akan berpotensi menularkan melalui jarum suntik.
Penanganan yang tepat dan dini disaat seseorang terinfeksi virus HIV seperti mengkonsumsi obat ARV (Anti Retroviral Virus) dan penguatan imunitas tubuh akan memperlambat seorang pengidap virus HIV jatuh ke dalam keadaan AIDS. Pemenuhan zat gizi yang cukup dapat membantu mencegah terjadinya infeksi opportunistik. Pada prinsipnya diet Tinggi Energi Tinggi Protein adalah diet yang dapat digunakan sebagai terapi gizi bagi para ODHA serta tidak mengesampingkan pemenuhan zat gizi mikro seperti vitamin A, C, E, serta beberapa mineral seperti zinc. Disarankan oleh mbak Wenny bahwa pemenuhan protein sebaiknya berasal dari sumber hewani dan nabati. Adapun pemenuhan vitamin bisa didapat dari konsumsi sayuran dan buah.
Cak Tjandra sang pemandu acara menanyakan tentang kemungkinan anak- anak yang berstatus ODHA menjadi stunting, dengan ringkas mbak Wenny menyampaikan bahwa keadaan stunting terjadi jika anak tersebut kekurangan energi dan protein dalam jangka lama. Oleh karena itu pemenuhan asupan gizi bagi anak anak berstatus ODHA diupayakan tercukupi agar tidak jatuh kedalam kondisi stunting. Secara umum pemenuhan asupan gizi harus tercukupi dari konsumsi makanan sehari hari, akan tetapi pada kondisi tertentu yang sering dialami para ODHA seperti diare, maka susu dan makanan yang tinggi serat untuk sementara dihindari. Ada juga ODHA yang mengalami candidiasis oris atau adanya jamur dimulut, maka bentuk makanannya diupayakan dalam bentuk lumat dan bertahap bisa dinaikkan ke bentuk makanan lunak sampai pada akhirnya bisa menerima bentuk makanan biasa. Teknik porsi kecil tapi sering juga dapat diterapkan pada penderita yang merasa mual akibat efek samping obat. Mbak Wenny juga menyarankan agar para ODHA membatasi makanan yang berbumbu tajam untuk mengurangi resiko terjadinya diare.
Di akhir sesi, mbak Wenny berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan dan berharap bahwa informasi yang disampaikan melalui acara Tanjung Perak Siang RRI Pro4 FM dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para ODHA.
-n3n-
