
Selasa, 4 Maret 2025
Acara Tanjung Perak Siang kali ini menampilkan ning Inge Nandasari,S.Tr.Gz, RD seorang ahli gizi dar i RS Mata Undaan Surabaya yang memberikan bahasan tentang “Menu Cegah Stunting”. Disampaikan oleh ning Inge bahwa faktor penyebab terjadinya stunting diantaranya dikarenakan asupan gizi balita yang tidak mencukupi , penyakit infeksi, asupan ibu yang kurang saat hamil, pemberian ASI ekslusif,serta faktor ketersediaan makanan.

Pencegahan stunting sangat diperlukan pada masa emas , yaitu 1000 hari pertama kehidupan yang berarti pemenuhan gizi ibu hamil dan bayi sampai anak yang dilahirkan berusia 2 tahun harus mendapat perhatian keluarga.
Dalam kesempatan kali ini ning Inge mengingatkan pemenuhan beberapa zat gizi yang dapat mencegah terjadinya stunting diantaranya adalah protein, kalsium, zat besi, vitamin D, asam folat dan yodium. Ning Inge memberikan beberapa contoh menu makanan seperti nasi dengan lauk scrumble egg ditambah wortel, atau nasi dengan lauk ikan kembung bumbu kuning dan cah buncis, juga pilihan nasi dengan lauk hati ayam goreng dan sayur bening bayam wortel atau pilihan lauk ayam goreng dengan semur tahu serta cah labu siam wortel
Animo pendengar cukup tinggi dengan adanya beberapa pertanyaan seperti anak hanya mau makan roti dan tidak mau makan nasi, atau anak sulit makan jika disuapi ibunya tetapi mau makan jika ada suasana kebersamaan. Ning Inge memberikan saran bahwa untuk anak yang tidakmau makan nasi bisa dialihkan ke sumber karbohidrat lainnya seperti roti, ubi, singkong, kentang atau mungkin bentuk nasinya di ubah dengan tampilan seperti boneka kecil dengan isian lauk didalamnya. Sementara utk masalah anak sulit makan tetapi mau makan jika dalam suasana kebersamaan sebenarnya bukan menjadi suatu masalah. Makan bersama adalah diantara satu solusi untuk mengatasi anak yang sulit makan tersebut.
Pada akhir acara, ning Inge memberikan closing statement agar orang tua rajin membawa putra putrinya ke posyandu sampai lulus di usia 5 tahun. Ning Inge mengingatkan pentingnya pemantauan dini status gizi anak melalui kegiatan posyandu sehingga dapat dilakukan intervensi jika terjadi hambatan pertumbuhan yang dialami oleh anak. Keberhasilan penanganan terhadap hambatan tersebut dapat mengurangi resiko menurunnya perkembangan kognitif anak yang kelak dapat berakitbat pada tingkat produktifitas yang anak.
-n3n-
