
Selasa, 15 April 2025
Siaran Tanjung Perak Siang RRI Pro 4 FM siang ini menghadirkan mbak Citra Aldian Oktaviani, A.md.Gz sebagai narasumber dengan topik “Pangan Lokal Ciptakan Generasi Emas”. Mbak Citra, seorang ahli gizi dari RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya menyampaikan bahwa untuk mewujudkan generasi emas tidak harus mengkonsumsi bahan makanan yang berasal dari luar negeri. Bahan pangan lokal pun berpotensi menghasilkan generasi emas dengan peran memberikan pemenuhan gizi yang optimal untuk perkembangan otak.
Pangan lokal adalah bahan makanan yang tersedia di sekitar masyarakat setempat. Jika pengaturan konsumsi pangan lokal dapat dioptimalkan untuk pemenuhan gizi anak maka akan berdampak pada penyiapan generasi yang berkualitas dan mempunyai tingkat produktifitas yang tinggi sehingga dapat menunjang bagi perkembangan bangsa menjadi bangsa yang lebih maju.
Mbak Citra mencontohkan bahwa ikan kembung mempunyai kandungan omega-3 lebih tinggi dibandingkan dengan ikan salmon. Omega-3 adalah zat gizi penting untuk perkembangan otak, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan belajar. Ikan kembung mempunyai kandungan omega-3 sebesar 2.6 gram, sedangkan ikan salmon hanya mengandung omega-3 sebesar 1.4 gram. Selain itu, mbak Citra menyampaikan bahwa untuk pemenuhan protein, masyarakat dapat mengkonsumsi tempe, dimana tiap 100 gram tempe mengandung protein sebanyak 20.8 gram. Atau bisa juga mengkonsumsi ikan lele yang mengandung 18.2 gram protein per 100 gram ikan lele. Adapun untuk pemenuhan energi yang umumnya berasal dari sumber karbohidrat, masyarakat dapat mengkonsumsi beras, jagung, ubi, maupun singkong yang banyak dihasilkan dari hasil pertanian lokal.
Dengan tercukupinya kebutuhan gizi, terutama energi dan protein untuk anak, diharapkan dapat mewujudkan anak anak yang sehat dan mempunyai perkembangan otak yang cerdas sehingga harapan untuk mewujudkan generasi emas dapat tercapai.
Pada akhir acara, mbak Citra menyarankan agar masyarakat dapat menggunakan pangan lokal untuk konsumsi harian. Selain itu, peran ahli gizi sebagai agen untuk mendorong konsumsi pangan lokal dengan memberikan edukasi baik kandungan gizi maupun proses pengolahannya sangat diharapkan.
-n3n-
