
Selasa, 6 Mei 2025
Acara Tanjung Perak Siang RRI Pro 4 FM kali ini menampilkan mbak Silfa Dwi Martianingsih,S.Gz seorang ahli gizi dari RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo dengan pembahasan mengenai pengaturan makanan bagi penderita autis. Mbak Silfa memulai acara dengan menyampaikan bahwa Gangguan Spektrum Autisme merupakan terjadinya gangguan perkembangan saraf kompleks dengan kharakteristik diagnostik spesifik gangguan komunikasi dan interaksi sosial dengan perilaku berulang.
Mbak Silfa menyatakan pentingnya perhatian orang tua khususnya ibu terhadap perkembangan anak khususnya saat usia 2 – 5 tahun karena jika seorang anak dapat terdiagnosis secara dini terhadap kejadian autis maka keberhasilan terapi yang diberikan akan lebih besar. Penanganan penderita autis melibatkan berbagai disiplin keilmuan diantaranya dibidang gizi. Penderita autis cenderung memiliki gangguan mencerna protein yang mengandung gluten, casein, phenol, dan makanan yang menggunakan food additive. Respon penderita terhadap makanan yang mengandung bahan bahan tersebut akan cenderung semakin menjadi hiperaktif.
Pengaturan makanan bagi penderita autis umumnya ;
- Bebas gluten, casein dan gula
- Bebas jamur atau makanan yang berfermentasi
- Menghindari makanan mengandung food additive serta mengandung phenol yang tinggi seperti jeruk, pisang, apel, dan anggur merah
Mengingat sempitnya pilihan bahan makanan yang bisa dikonsumsi oleh penderita autis maka jika asupan gizinya tidak terpenuhi maka akan berpotensi terjadi defisiensi zat gizi. Sebagai contoh, karena susu umumnya mengadung calcium yang tinggi akan tetapi karena susu mengandung casein maka asupan calcium dapat diperoleh dari bahan lain seperti ikan, maupun pakcoy.
Dalam menjalani diet untuk penderita autis, keluarga dapat menerapkan teknik RNE yaitu Rotasi & Eliminasi dimana pada rotasi menu yang memberi pengaruh terhadap respon hiperaktif penderita maka menu tersebut harus di eliminasi dan diganti dengan menu lain. Topik tentang autis kali ini mendapat tanggapan dari pendengar dengan menceritakan pengalaman pendengar menangani anggota keluarganya yang menderita autis.
Mbak Silfa memberikan pengingat sebelum acara diakhiri oleh penyiar dengan mengingatkan orang tua agar memperhatikan perkembangan anak khususnya saat usia 2 – 5 tahun karena umumnya dapat terdeteksi pada usia tersebut.
-n3n-
